Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Right After 'The Da Vinci Code'

Senin, 28 Juli 2014

"Artinya, sejarah selalu ditulis oleh pemenang. Ketika dua kebudayaan berbenturan, yang kalah dihapuskan dan yang menang menulis buku-buku sejarah—buku-buku yang memuliakan perjuangan mereka sendiri dan meremehkan musuh yang tertaklukkan. Seperti yang pernah dikatakan oleh Napoleon, ‘Apakah sejarah, selain dongeng yang disetujui?’ Berdasarkan sifatnya, sejarah selalu merupakan catatan dari satu sisi."

--Tokoh Leigh Teabing dalam novel karya Dan Brown, The Da Vinci Code.


Ah, aku harusnya belajar lebih serius di pelajaran Sejarah waktu SMA. Sepertinya hal-hal seperti ini banyak dibahas di bab-bab awal Sejarah kelas X. Sifat sejarah, fungsi sejarah, sumber-sumber sejarah, dan yah, maaf karena memoriku tertimbun sejarah pembentukan sel darah merah (yang juga penting).


Dulu aku memandang sejarah sambil lalu, sambil memikirkan Gerak Melingkar Berubah Beraturan yang lebih ditekankan oleh sekolah. Oke, aku tahu sejarah itu penting, sejarah itu seperti perjalanan hidup, tapi ya cuma seperti itu.


Dulu belum terpikir bahwa hidup ini seperti suatu siklus, apa yang terjadi sekarang mungkin sudah pernah terjadi di masa lalu. Rabies membuktikan. Sebagai re-emerging disease, dia ada, lalu hilang, tetapi muncul lagi. Atau siklus Polybius yang pernah diajarkan di kelas XII, yang menyatakan sifat kepemimpinan akan berputar dari monarki, tirani, aristrokrasi, oligarki, demokrasi, oklokrasi, lalu kembali ke monarki lagi. Sejarah berulang.


Dulu belum terpikir juga bahwa sejarah bisa diubah oleh sekelompok orang berkepentingan. Mengubah yang benar, atau menyembunyikan yang benar. Ini terjadi kok pada sejarah kesultanan Ustmani yang sangat berjaya di masa lalu (walaupun akhirnya kolaps). Sewaktu sekolah, seingatku hanya ada kisah tentang zaman prasejarah, lalu lompat ke masa Hindu-Budha. Bahkan ketika membahas masa Islam, sama sekali tidak disinggung tentang Ustmani. Walaupun tidak mendetail, malah sempat dibahas tentang Revolusi Industri. Lalu yang aku ingat hanya kisah-kisah perang dunia, kolonialisme di Indonesia, dan ya masuk ke orde lama-orde baru. Kalau tidak diceritakan oleh seorang ketua Rohis yang kebetulan sekelas dan maniak Ustmani, mungkin aku tidak tahu Eropa pernah masuk abad kegelapan.


Oke, sekarang aku bisa memahami perasaan guru Sejarahku yang sangat sensitif dengan kelakuan anak-anak IPA waktu itu. Anak-anak yang bertingkah seolah-olah kasta mereka lebih tinggi. Padahal ya biasa aja.


Aku berdoa semoga adik-adikku yang masih di bangku sekolah mendapat trigger untuk mempelajari Sejarah dengan serius. Mengapa? Yah, yakinlah ketika mereka masuk sekolah yang berhubungan dengan IPA, mereka butuh kemauan dan kerja agak keras untuk mendapatkan kuliah Sejarah.


(No, science is still my passion (yeah, at least my motoric cortex force me to write so). I just want to look at the other side for a while. It is human that makes science seems interesting, right?)


Already posted on my Tumblr
anggivish.tumblr.com

Hold on 'til The Night Special Asia Edition

Senin, 23 April 2012

So it's over, yeah we're through
So imma unfriend you
You're the best liar I ever knew
So imma unfriend you...

Udah pernah denger lagu itu kan? Si penyanyi baru aja dapet platinum loh di Indonesia. Yap, Greyson Chance dengan lagu andalannya Unfriend You.

Greyson, yang masih muda banget, sebenernya sudah mengerluarkan album berjudul Hold on 'til The Night. Isinya ada sebelas lagu. Entah mungkin karena fans-nya di Asia sangat banyak dan heboh (bahkan dia udah bolak-balik ke Indonesia berkali-kali, tapi sayang dia belum ketemu saya), tahun ini dikeluarkan lagi album itu, tapi pakai embel-embel "Special Asia Edition".


Jadi, apa bedanya yang pakai embel-embel sama yang nggak pakai? Masih sama sih, tapi ada enam track tambahan plus DVD yang isinya MV dan behind the scene dari beberapa lagu. (hehe, itu namanya nggak sama ya?)

Start from The CD
Seperti yang sudah saya bilang tadi, ada sebelas lagu plus enam lagu tambahan di CD ini. Menurut saya, semua lagu sesuai dengan porsinya. Nggak semua tentang broken heart, falling in love, atau cinta-cinta yang lain. Nggak semua balad atau ngebeat. Yang pasti, suara Greyson yang berat berat imut tereksplor dengan baik. Komposisi musiknya, walaupun kebanyakan diiringi piano, tetap jos!

Di track utama ada Waiting Outside The Lines yang jadi andalan Greyson juga. Ada juga Unfriend You, Home is in Your Eyes, dan Hold on 'til The Night yang amazing banget (saya sampai muter berulang-ulang loh). Ada juga yang slow banget berjudul Cheyenne. Yang mirip musik pantai juga ada: Stranded. Oh, iya, dulu kan Greyson terkenal gara-gara nyanyi Paparazzi dari Lady Gaga di Youtube, nah ada juga lagu yang nuansanya mirip-mirip Paparazzi berjudul Heart Like Stone. Lagu lain yang nggak kalah asyik adalah Little London Girl, Summer Train, Take a Look at Me Now, dan Running Away.

Di bonus track, lagu-lagunya nuansanya nggak beda jauh sama lagu-lagu di track utama, yaitu Slipping Away, Purple Sky, Light up The Dark, dan Fire. Paparazzi juga ada, dibawain sama kaya pas pertama kali Greyson muncul. Last, Waiting Outside The Lines di-remix dengan menambahkan suara Charice (penyanyi dari Filipina kalau nggak salah). Beberapa liriknya ada yang dirubah, tapi jadi tambah bagus. Suara Charice nggak kalah kok sama Greyson.

Watch What's in DVD
Yap, seperti yang sudah saya bilang tadi, ada music video dari beberapa lagu, yaitu Waiting Outside The Lines, Unfriend You, dan Hold on 'til The Night. Kalau penasaran kaya gimana MV itu, nonton aja di Youtube ada kok.

Next, ada behind the scene pembuatan MV tadi, video Paparazzi dimana Greyson nyanyi sambil main piano, video ucapan terima kasih Greyson untuk fans di Asia, dan cerita Greyson tentang lagu-lagu yang dia nyanyiin.

What I Say is...
This album is totally great! Bring satisfaction for his fans, especially those in Asia. Bener-bener merasa dihargai sebagai fans. *terharu*


Oh iya, sebaiknya untuk album-album selanjutnya Greyson tetap menyanyikan lagu yang tepat, sehingga dia bisa mengeksplor suaranya seperti di album ini. Beneran deh, suaranya yang bagus bener-bener ditunjukin di album ini. Menurut saya, selain piano, suara Greyson yang unik adalah kekuatan utama. Fire! Fire!

Yap, this album is worth buying.



-anggi-
24 April 2012
08:24

Firts Note After Hiatus : Notes From Qatar

Jumat, 06 April 2012

Untung ya blog itu bukan rumah. Kalau iya, pasti Semanggi 4 Jari sudah berdebu, bersarang laba-laba, bersarang kecoa, dan bersarang hewan-hewan lain karena ditinggal empunya siap-siap ujian akhir.

Yup, Ujian Nasional (UN) kurang lebih memang seminggu lagi, tapi Alhamdulillah ujian-ujian dari sekolah sudah terlewati. Ujian masuk perguruan tinggi juga sudah ada yang mulai. Beberapa minggu yang lalu, saya mencoba ikut tes masuk Politeknik Negeri Semarang, tapi gagal. Saya juga ikut banyak try out, tapi hasilnya belum memenuhi target. Saya jadi berpikir, gimana nanti UN dan SNMPTN. Kok kayak gini terus? Banyak temen yang nilai try out-nya udah 9 bahkan 10.

Disitulah saya inget beberapa pepatah Jepang: saru mo ki kara ochiru (bahkan monyet pun bisa jatuh dari pohon), keizoku wa chikara nari (kegigihan adalah kekuatan), dan nanakorobi yaoki (jatuh tujuh kali, bangun delapan kali). Ini membuat saya berpikir kalau saya masih punya kesempatan asal saya tekun. Ditambah lagi saya nemu buku Notes From Qatar yang isinya cocok dengan tiga pepatah itu.


Pasti banyak yang udah tahu. Selain blog, itu juga judul sebuah buku. Ternyata Notes From Qatar tulisannya Muhammad Assad ini memang diambil dari blognya. Ya semacam Kambing Jantan-nya Raditya Dika gitu deh. Isinya tentang kisah-kisahnya Bang Assad waktu kuliah S2 di Qatar. Nggak melulu pengalaman sih, tapi juga ide-ide, pendapat-pendapat, dan penjelasan-penjelasan masalah sosial keagamaan.

Saya paling suka beberapa part dari buku itu. Pertama, tentang dahsyatnya sedekah--ini yang membuat buku ini terkenal. Bang Assad menceritakan pengalaman sedekahnya yang langsung dapet reward dari Allah swt. Contohnya nonton sepak bola gratis dan naik pesawat kelas bisnis dengan harga ekonomi. Gokil banget! Kedua, bagian-bagian motivasinya, seperti kerja keras untuk mendapat beasiswa, mengalah untuk menang, melihat sesuatu dengan sisi lainnya, sampai menghargai orang lain. Di setiap bab, pasti diselipin ayat Al-Qur'an, hadist, atau kata-kata dari tokoh terkenal. Bang Assad cerita kalau dia bisa seperti sekarang itu nggak gampang. Ia juga pernah jatuh bangun berkali-kali. Menurut dia, untuk meraih sukses kita harus punya 3P: positive, persistence, and pray. Inilah yang membuat saya tertular semangat.

Karena diambil dari blog, bahasa nge-blognya masih terasa. Tapi nggak papa. Jadi buku juga oke kok, banget malah. Bahasanya ringan dan penyampaian maksud juga lancar. Bang Assad pinter banget membuat pembaca paham apa sih sebenernya yang mau disampaiin atau gimana sih yang bagus. Topik yang diangkat juga menggelitik. Tulisan-tulisannya nggak terkesan omong kosong karena si penulis sudah berpengalaman. Sayangnya ada beberapa ejaan yang kurang sempurna. Ya itu tadi, kekhasan blog masih belum hilang.

All in all, buku ini cocok banget dibaca untuk semua kalangan, tapi paling bagus untuk anak-anak muda. Selain Bang Assad masih muda, tapi juga banyak pembelajaran yang bisa diambil berkaitan dengan kehidupan anak muda.

So, ready, set fire, and light the fire! Positive, persistence, and pray!


-anggi-
6 April 2012
16:03

Ranah 3 Warna; 3 Negeri Berbeda

Senin, 04 April 2011

UTS telah berlalu, Kawan. Yei!

Tahu tidak? Kadang-kadang jenuh juga belajar seharian. Di dalam kamar, di depan meja, buku-buku terbuka, pensil berserakan, dan ditemani segelas teh. Bosan. Namun tentu saja saya tidak tenggelam dalam kebosanan (menyiksa diri mah itu namanya). Kebetulan sebelum UTS berlangsung, saya sempat ke Pesta Buku Murah di Gedung Wanita dan mendapatkan novel 473 halaman ini (dengan harga cukup murah lho). Ranah 3 Warna.

Novel karangan Ahmad Fuadi ini merupakan seri kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Ya cara-caranya volume dua gitu deh. Saya tahu novel ini gara-gara Birru (kelas X-4), temen di KPS-Kapa, minjemin novel Negeri 5 Menara. Ceritanya bagus banget deh. Tentang perjuangan meraih mimpi gitu. Intinya ya kalau punya mimpi harus dicapai. Alif, tokoh novel ini, semangatnya terpompa oleh kalimat man jadda wajada (siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil). Kehidupannya di Pondok Madani yang jadwalnya ketat pun dapat terlewati.

Nah, itu sekilas dari Negeri 5 Menara. Ranah 3 Warna tetap masih punya hubungan dengan Negeri 5 Menara. Kalau di Negeri 5 Menara menceritakan Alif ketika di Pondok Madani, Ranah 3 Warna menceritakan Alif ketika sudah lulus dari Pondok Madani. Menurut saya, biarpun pembaca belum membaca Negeri 5 Menara, masih tetap bisa mencerna Ranah 3 Warna kok.


Cerita di novel ini diawali dengan kembalinya Alif ke kampung halamannya di Maninjau. Dia ingin sekali ikut tes UMPTN (kalau sekarang namanya SNMPTN) untuk kuliah di Bandung. Awalnya dia pesimis, tapi dari sinilah perjuangan Alif sudah nampak. Berbagai macam buku SMA dia pelajari. Bayangkan! Mempelajari pelajaran kelas X hingga XII dalam waktu singkat? Ckckck. Walaupun dapat nilai pas-pasan di ujian persamaan tingkat SMA, Alif berhasil lolos UMPTN. Alif diterima di HI Unpad.

Nah, kehidupan Alif di Bandung inilah yang membuat saya bertambah semangat ketika membacanya disela-sela beralajar untuk UTS. Dengan biaya pas-pasan, Alif terus belajar dan tak kenal lelah. Alif juga sering mengalami defisit sehingga dia sempat harus berjualan kosmetik door to door. Impiannya menerbitkan artikel di koran terwujud setelah berkali-kali berjuang belajar kepada Togar Perangin-angin, penulis bertangan dingin yang galak. Bahkan Alif mendapat kesempatan untuk menjadi penulis rutin di suatu koran. Bagian ini mengajarkan bahwa man jadda wajada saja tidak cukup, harus diiringi dengan man shabara zhafira (siapa yang sabar akan beruntung). Jadi, setelah susah berusaha, sabarlah akan apapun yang terjadi.

Puncak berjuangan Alif di novel ini adalah ketika dia mengikuti semacam tes pertukaran pelajar. Dengan sedikit diplomasi dan sempat hampir ditolak, akhirnya Alif berhasil lolos dan berangkat ke Kanada. Dalam perjalanan ke Kanada, rombongan Alif transit ke Yordania yang bertanah gurun. Inilah tanah ke-2 yang dimaksud penulis. Di bagian akhir, penulis menceritakan kehidupan Alif di Kanada yang indah, ramah, seru, menyenangkan, ya seperti itulah. Ini lagi-lagi memacu semangat saya. Siapa tahu kan saya bisa meraih impian saya sama seperti Alif? Hehehe.

Bahasa di novel ini tidak berbelit-belit dan banyak kosakata baru tanpa harus membingungkan pembaca. Banyak juga penjelasan tentang berbagai macam hal. Kehidupan tokoh pun rata diceritakan, tidak melulu berhasil juga tidak melulu gagal. Istilah-istilah yang diciptakan pun cukup menggelitik, seperti Si Hitam, Kesatria Berpantun, Rumah Sakit Malas, dan lain sebagainya. Namun deskripsi tentang tempat atau barang yang asing cukup membuat saya bingung. Contohnya saja sewaktu menceritakan Roman Theater di Yordania atau letak sungai dengan rumah Alif di Kanada. Satu lagi, walaupun nuansanya islami, bahasa yang digunakan cukup universal.

Pokoknya novel ini bagus deh. Recommended for everyone! Terutama untuk anak-anak SMA yang lagi suka galau atau suwung. Haha, kayaknya dua "penyakit" itu sering "menyerang" anak-anak SMA deh.

Penasaran kan dengan novel Ranah 3 Warna ini? Beli dong... Eh, atau minjem juga boleh ding.



-anggi-
04/04/2011
8:52 PM

Malang Kota Apel part 2; Main, Yuk!

Kamis, 07 Oktober 2010

Ahihihihihihi *ala Bernard Bear*. Saya datang lagi untuk bercerita tentang kota apel. Yummy! Greeny Smith! Hmm... Nyam nyam...

Ini adalah part 2, jadi sebaiknya baca dulua yang part 1. Sudah? Okelah kalau begitu. Check it out!

Setelah dari Taman Safari Prigen, yuk mari kita main. Hehe, padahal di taman safari juga sudah main loh, tapi yang ini pasti lebih kerasa.

Taman Jawa Timur
Taman Jawa Timur? Jatim Park kali.

Langsung saja, apa isinya? Banyak pengetahuannya sih, tapi mainannya juga banyak. Errr... Tapi karena saya sudah berkali-kali ke taman-taman yang semacam ini, jadi biasa saja. Ya paling kora-kora, jet coaster, kincir-kincir, dan teman-temannya lah.

Yang pasti banyak tempat buat foto dan itu unik. Hehehe.



Hahahaha, gokil.


B.N.S
BNS, ya Batu Night Spectacular. Semacam pasar malam, tapi canggih, dan seru, dan gemerlap, terang, dan menarik, dan canggih, errr... seru!!! *kena virus Patrick*

Permainannya hampir sama seperti Jatim Park, tapi yang ini lebih banyak lampu dan lampu-lampu itu sangat bervariasi. Ada yang merah, kuning, oren, biru, pink, macem-macem lah.

Bahkan disini ada cinema 4D yang antriannya panjang abis. Untunglah saya dapat antrian agak di depan. ^^". Selain itu ada juga ice skating. Kayaknya seru (bilang "kayaknya" karena saya nggak nyoba, hehe). Terus nih, ada sepeda yang jalannya di udara. Jadi, kita naik sepeda tapi pakai rel di atas gitu. Plus mainan-mainan yang gampang kita temui di tempat wisata macam Jatim Park, kayak Ontang-anting, Kora-kora, Rumah Kaca, Gokart, dll.

Dan yang paling khas dan kuerrren dari BNS adalah....
terorerorettt
LAMPION GARDEN!
Bagus banget untuk ukuran tiket Rp10.000,00. Isinya? Tentu saja lampion dan lampu. Hehehe. Terang banget lah pokoknya. Daripada saya cuap-cuap, lebih baik lihat foto saja ya.




Tuh, banyak lampion dan lampu kan?



-anggi-
20-10-2010

Malang Kota Apel part 1; Taman Safari

Kamis, 30 September 2010

Yeah! Di post kali ini saya akan dibahas banyak tentang Kota Malang dan Batu. Saya tidak terlalu mengerti sih tentang pembagian daerah tersebut. Kata seorang pemandu wisata saya waktu SMP, kota Batu sudah berdiri sendiri. Jadi bukan masuk daerah Malang lagi.
Oke, itu sekilas aja tentang Batu dan Malang.

Well, saya wisata ke Batu tanggal 25 September 2010 hari Sabtu kemarin. Ini kedua kalinya saya pergi kesana. Tuh, saya sudah ngasih clue kan kalau saya sudah pernah kesana waktu SMP? Hihihi. Tapi nggak ada bosennya deh, soalnya tempat wisatanya bagus! :))

Langsung cap cus saja.
Rombongan saya berjumlah sekitar 400 orang. Wuiih! Tak lain tak bukan adalah keluarga besar Dinas ESDM Provinsi Jateng (keluarga besar? Ya, pada gitu sih nyebutnya. Hehe). Itu kantor ibuku. Karena banyaknya peserta, maklumlah kalau 3 hotel dibabat habis. :D Ada Hotel Regent, Kartika Graha, dan Montana. Saya mendapat Hotel Kartika Graha. Hotelnya bagus, lho. Nyaman untuk ditinggali (lho?). Lha lho lha lho, malah kayak Benu Buloe.

Hmmm, obyek pertama yang saya kunjungi adalah Taman Safari Prigen. Hiks, ini pertama kali saya ke taman safari setelah sekian lama mendambakannya (lebay mode : on). Tapi bener deh, aku seneng ke taman safari. Kenapa? Karena banyak hewannya. Apalagi hewan yang aneh-aneh dan endemik. Saya kan suka hewan yang endemik. Hehe.

Setelah sekitar 1 jam perjalanan dari hotel, saya masuk ke pintu gerbang taman safari yang berbentuk taring besar. Masuk kesana tentu tidak berjalan kaki kalau tidak mau diterkam singa. Langsung naik bis aja deh jadinya.

Warning! Setelah ini Anda akan melihat gambar-gambar hewan dalam arti sebenarnya!


Mulai dari hewan-hewan yang biasa ada di buku dongeng fabel seperti buaya (bukan Bu Aya lho), zebra yang kata adik saya warnanya kayak zebra cross (ya iyalah), raawwrrr harimau, singa yang juga lambang zodiak sekaligus snack kesukaan saya, dan jerapah.

Sampai hewan-hewan endemik seperti :

Lama gelama (kiri) dari India yang suka meludah kalau digoda. Ih, sok jual mahal deh. Hihi. Oh iya, katanya ludah si lama ini bau. Errr, saya belum pernah diludahi sih, makanya saya bilang katanya.

Rusa totol-totol (kanan) yang cuma ada di daerah-daerah tertentu di Asia. Kalau saya bilang sih kayak rusanya Santa Claus. Habis itu tanduknya lucu sih. Eh, malah kata adik saya rusanya kena panu. -___-


Ada juga crown crane (kiri). Lihat itu mahkotanya cantik kan?

Dan jangan lupakan orang utan (kanan) dari negeri kita tepatnya Kalimantan. Dia tahu tuh, begitu ada rombongan lewat dia langsung berpose. Mungkin karena pose lucunya itu, dia banyak diambil manusia. Menurut WWF, populasi orang utan di Kalimantan Barat turun separuh dalam kurun waktu 2004 hingga 2010 dari 2000 menjadi 1000. Coba cek ini.

Oh iya, ada juga pose hewan yang unik, yaitu beruang yang lagi "berhubungan". Paham kan? Jadinya saya nggak mau ngepost gambarnya ah.

Oh iya, Taman Safari Prigen ini tempatnya bersih dan hewan-hewannya terawat. Bahkan ada kawat-kawat halus yang sengaja dipasang supaya hewan-hewan itu tidak pating tlecek. Di pohon-pohon juga ada kawatnya lho, tapi cuma buat hewan berkuku sih. Tujuannya supaya hewan-hewan itu nggak gatel garuk-garuk batang pohon.

Setelah Itu...
Makan. Eh? Iya serius, makan.

Tepatnya acara gathering sih. Inti acaranya sebenarnya disini. Family gathering gitu deh di taman safari. Jadi tempatnya itu seperti aula dan kayaknya emang dibuat untuk acara-acara seperti ini. Di tempat gathering itu banyak toko yang menjual souvenir ala taman safari lho.



Saya juga berfoto dengan burung kakak tua. Kalau cuma foto sih tidak masalah, yang jadi masalah (err, yang sebenarnya bukan masalah sih) itu kalau mau foto sambil megang burung. Harus bayar Rp10.000,00 per 2 burung. Karena kepingin, ya nggak papa deh sekali-kali.





Oke, sekian dulu posting saya. Bersambung di part 2 ya. Nanti di part 2 saya akan cerita tentang tempat yang bagus. Kata kunci : bersinar, seru, malam. Apa hayo? Udah bisa nebak?


01/10/2010



Jateng Fair 2010 part 2; Batu Keramat

Jumat, 09 Juli 2010

Posting yang lalu saya sudah ceritakan pengalaman saya 3 kali ke Jateng Fair. Nah, ini pengalaman yang ke-4 kalinya. Hahahaha.

Kali ini saya bantuin ibu saya jaga stan kantornya, yaitu Dinas ESDM Jawa Tengah. Isi stan itu semacam batu-batu, film tentang gunung atau kawah, alat pengubah tenaga surya, something like that-lah. Bocoran dikit nih, film yang diputar di stan itu sama kayak yang ada di Dieng Theater dan movie yang ada di Keteb Pass lho.


Film Merapi yang juga diputar di Keteb Pass. Tuh, daripada bayar tiket masuk, lebih baik nonton di sini aja. XD

Dan yang paling gila adalah batunya. Ah, apaan sih batu aja gila. Eh, beneran! Sekadar batu aja nih, harganya bisa sampai ratusan juta! Benar-benar batu keramat.


Ini batu agate. Kata ibuku, batu agate ini batu yang sudah mengalami proses pembekuan yang sangaaaaaaat panjang dan levelnya udah diatas batu-batu lain. Yang di gambar itu batu agate jenis agate hijau. Dan lihat itu harganya!!!!



Ini agate panca warna. Sayang ya nggak ada warna pink. XD Lihat juga itu harganya!!! 10 juta!



Nih, masih banyak batu-batu keramat yang lainnya. Yang merah di depan itu agate merah hati. Harganya 10 juta juga. Yang kecil di tengah itu batu giok. Itu lho yang buat pengobatan orang-orang China. Dan di belakangnya itu masih banyak lagi.



Pengunjung lagi lihat-lihat batu keramat. Mau beli, Pak? Oh iya, karena harganya yang fantastis ini aku jadi mikir kalau aja ada cerita Detective Conan tentang pencurian batu dan kebetulan si Conan lewat. Hahaha. Atau tentang Host Club yang ribut di stan batu ini. Habis itu mereka beli, terus ditaruh di ruang host club. Jiahahahahaha. Dasar!



Ada batu marmer (atas) dan fosil kayu (bawah) juga lho...

Nah, seru kan jalan-jalan di Jateng Fair? Dari hot band sampai batu keramat. Tapi sayangnya ada romor kalau Jateng Fair 2010 ini Jateng Fair yang terakhir. Semoga cuma rumor ya?

Yup! Tetep hunting tempat seru!

-anggi-

Jateng Fair 2010 (part 1); Hot Band

Kamis, 01 Juli 2010

Tanggal 24 Juni 2010 - 11 Juli 2010 ada Jateng Fair di PRPP yang diadakan satu tahun sekali. Biasanya di sana ada pemeran, bazar, festival, pertunjukkan kebudayaan, makanan (pasti), bianglala, dan lain-lain banyaklah pokoknya.


Tahun ini saya sudah berkunjung ke sana 4 kali. Haha. Bukannya saya cinta Jateng Fair atau ada part-time job, tapi dalam 4 kali itu saya ke sana dengan alasan yang berbeda. Pertama, saya mengantar adik saya lomba dalam rangka Hot Band Competition yang diadakan Hot Fm. Eh, ternyata dia masuk 8 besar, saya ikut nganter lagi deh. Dan tak disangka band adik saya yang bernama DD Kids Band itu menjadi juara 3! Omedetou... Omedetou... Akhirnya untuk ketiga kalinya saya ke Jateng Fair untuk mengantar adik saya lagi tampil di sana (yang juara disuruh tampil lagi atau gimana saya kurang tahu).


Ini DD Kids Band. Dari kiri: Fio (vokal), Ido (keyboard), Sheva (drum), Afa (adik saya, gitar), dan Atha (bass).

Waktu itu saya juga kaget kok bisa juara 3. Bukannya saya tidak senang, tapi banyak band-band yang personilnya sudah dewasa dan ber-skill bagus. Contohnya Ava and Friends yang sering menang atau Prasasti yang aksi panggungnya gila (gitarisnya sampai turun panggung, lho. Pake tidur-tiduran pula). Errr... Dewasa? Memangnya adik saya masih kecil? Hahaha. Secara de facto dia tidak bisa dibilang kecil, tapi secara de yure atau secara umur dia memang masih kecil. Bayangkan, umur 9 tahun! Dan dia gitaris yang sudah pernah juara 3. Hehehe.

Oh, iya. DD Kids membawakan lagu Beraksi dari Kotak (ini salah satu lagu wajibnya) dan Lir-Ilir yang sudah diaransemen (ini lagu bebasnya). Ada juga band yang satu manajemen dengan DD Kids yang ikut. Gomenasai! Saya lupa nama band-nya, yang pasti band ini dari SMA 6 Semarang. Hihihi.



DD Kids di Jateng Fair waktu final (28 Juni 2010)

Itu foto yang paling kanan waktu penyerahan piala. Juara I diraih Omega dan Juara II-nya band dari SMA 6!!! Omedetou..

Ini ada video versi kameraku aksi DD Kids di Jateng Fair waktu final. Lagunya Beraksi. Diplay ya. Thank you...




Travel Back in Time With Tony Wolf

Pertama, jika Anda merasa belum tahu apa itu Dora, silahkan research di kalangan adek-adek TK atau Play Group. Karena memang mereka yang ahli tentang masalah ini. Haha.

Pasti tahu dong Dora The Explorer. Ada beberapa episode Dora yang masuk ke buku dan jalan-jalan di buku itu. Nah, waktu itu saya iseng jalan-jalan ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) di Jalan Sriwijaya bersama Caca dan Lano. Di sana Caca mengambil buku yang cukup bagus mirip bukunya Dora. Kita bisa jalan-jalan lho! Jalan-jalan ke masa lalu pula. Tuh kan, Dora aja kalah.

Ini dia bukunya.
Travel Back in Time With Tony Wolf : The Romans (kiri) dan Travel Back in Time With Tony Wolf : The Greek (kanan)

Yang saya suka, buku ini dalemnya berjendela dan ilustrasinya lucu. Oh iya, buku ini bilingual juga. Saya merasa dibawa ke masa lalu di Roma dan Yunani.


Bagian dalam bukunya kira-kira seperti ini. Ini halaman di versi Yunani. Di halaman ini dibahas tentang mitologi dewa-dewi Yunani. Lucu kan ilustrasinya? Tokoh-tokoh digambarkan dengan hewan-hewan lucu. Ya, mungkin memang karena ini buku untuk anak-anak kali ya? Lihat! Dewi Venus tetap cantik walaupun digambarkan dengan jerapah.

Lagipula tulisannya juga sedikit tapi bermakna dan halamannya full colour. Bagi saya yang keseringan diberi buku yang seringnya satu halaman isinya tulisan semua dan gambarnya kecil, buku ini cukup enak dibaca oleh orang dewasa juga.


Kalau yang ini contoh jendela bukunya. Dengan jendela-jendela, saya rasa akan memunculkan rasa ingin tahu bagi pembacanya. Sedikit banyak pembaca akan penasaran untuk membuka jendela itu satu per satu dan berpikir, "Wah, kalau di jendela ini ada apa lagi ya?" Anak-anak yang biasanya susah disuruh membaca jadi punya rasa penasaran untuk membaca. Eh, bukan hanya anak-anak yang penasaran, saya juga penasaran kok. Dan yang pasti saya bukan anak-anak. Hehe.





Tertarik untuk membuka-buka jendela buku ini? Hmmm... Tapi saya sendiri belum tahu buku ini dijual dimana atau stoknya terbatas atau tidak. Di Perpusda, buku ini masuk ke bagian buku anak-anak yang tebal-tebal juga (tapi bukan referensi). Atau Anda berminat untuk ke Perpusda saja?

Yang pasti, walaupun kemasannya anak-anak, bagi saya tetap cocok untuk dibaca orang yang bukan anak-anak. See ya!

Antara CO2 dan CO part 1

Rabu, 28 April 2010

Hooo laaa... Lama tak buka blog. Ya, mungkin gara-gara kegiatan semester 2 yang bikin puyeng. Aduh.. Tapi, tetap semangat!

Well, saya mendapatkan pelajaran tentang karbon (C). Eh, setelah itu saya menemukan hal-hal tentang karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO) di buku Einsten Aja Gak Tau! oleh Robert L. Wolke. Ya kebetulan CO2 dan CO juga dibahas di alkana, yaitu salah satu rantai hidrokarbon (senyawa yang mengandung karbon dan hidrogen).

atom karbon yang punya 4 tangan untuk mengikat unsur lain.

Keduanya sama-sama gas berbahaya, tetapi dalam cara yang sangat berbeda. Karbon dioksida dihasilkan dari oksidasi (reaksi yang membutuhkan O2) sempurna sebuah senyawa alkana, sehingga menghasilkan karbon dioksida dan air. Lalu karbon monoksida dihasilkan dari oksidasi yang tidak sempurna. Tapi sempurna atau tidak sempurna, keduanya sama berbahaya.

Di atmosfer biasanya ada sedikit karbon dioksida. Biasanya sih berasal dari gunung berapi, tumbuhan dan hewan yang mati, pembakaran batu bara dan minyak bumi, dan dari pembukaan kaleng-kaleng atau botol-botol minuman bersoda (yang ini penyumbang karbon dioksida terbanyak). Bahkan 5 miliar kg karbon dioksida dihasilkan setiap tahunnya dan ini masih di Amerika saja. Dari 5 miliar ini banyak diantaranya berasal dari delapan milyar peti minuman ringan karbonasi dan 180 juta barel bir yang dinikmati oleh orang Amerika setiap tahun.

Karbon dioksida memang bukan racun secara langsung. Masalahnya adalah gas ini selain tidak mendukung proses pembakaran atau pernapasan, bisa jadi gas ini memetikan api ataupun makhluk hidup. Karena karbon dioksida lebih berat daripada udara, gas ini akan "tumpah" berkumpul di lapisan paling rendah, bergantung seperti selimut tak kelihatan, menggantikan udara dan membuat apapun yang dilingkupinya MATI LEMAS. Ini pernah terjadi di Cameroon, Afrika, pada tahun 1986 ketika Danau Nios tiba-tiba menyemburkan sekitar enam ratus ton gelembung gas karbon dioksida dari aktivitas vulkaniknya dan membuat lebih dari tujuh ratus orang mati lemas ditambah satwa yang tak terhitung jumlahnya.

Selain itu, karbon dioksida juga menyebabkan greenhouse effect yang menyebabkan global warming. Efek ini membuat bumi menjadi seperti rumah kaca yang menyimpan panas di dalamnya. Akibatnya bumi menjadi panas.

Akibat lanjutannya, es di kutub bisa jadi mencair dan laut menjadi semakin luas. Ya seperti yang ada di film The Day After Tommorrow itu lho....

Ngeri ya? Oleh karena itu, ayo kurangi karbon dioksida!




Sumber : Einsten Aja Gak Tau!, materi-materi Kimia kelas X semester II.
Gambar : bikin sendiri lho. kilat!

57 Detik, Satu Detik Sangat Berharga

Kamis, 18 Februari 2010

Sebenarnya novel ini sudah terbit agak lama, tapi ya tak apalah kalau saya review lagi. Pertama kali saya tahu novel ini ketika saya iseng-iseng browsing novel teenlit. Ketika itu novel ini masih bisa dibilang baru. Saya tertarik karena membaca sinopsisnya. Besoknya ada teman saya, Sidiq, yang berkata kalau dia sudah baca novel ini. Dan dengan pelitnya dia nggak mau minjemin, nyeritain sedikit aja nggak mau. Hmmm... Tapi akhirnya saya bisa membeli novel ini. Weee...

Saya yakin saya pasti belum bisa untuk membuat novel semacam ini. Sangat menjiwai kalau saya bilang. Apalagi menggunakan 3 sudut pandang dari orang yang berbeda. Susah, kan, untuk mebuat seolah-olah kita menjadi 3 karakter yang berbeda? (Maksud saya, bukankah dalam pembuatan novel kita harusnya menjiwai karakter tokohnya? Atau tidak harus? Hehehe. Sayang saya bukan novelis.)

aku dan novelku
bersama kaos pink motif bunga berkerah plus celana pendek kotak-kotak. kostum yang pas buat tidur sih sebenernya.

Tema novel ini juga lain daripada yang lain. Tentang gempa! Aduuuuh. Pertama sih saya sangsi, apakah bisa si penulis menggambarkan suasana gempa dengan kata-kata? Lalu ketika saya baca penggambaran gempa yang pertama kali muncul di novel itu, saya berpikir, "Ah, masa sih gempa seperti itu?" (saya berkata seperti itu karena saya tidak pernah-dan jangan sampai- mengalami gempa). Namun setelah saya baca lebih lanjut, ih, ternyata penggambarannya sangat detil. Apalagi penggambaran tentang waktu. Seseorang telat satu detik saja, bisa jadi dia tertimpa reruntuhan. Hiii...

Bercerita tentang 3 remaja, yaitu Nisa, Aji, dan Ayomi, yang bercerita tentang kehidupan mereka sebelum gempa, saat gempa, dan sesudah gempa. Latar belakang mereka pun berbeda. Nisa adalah seorang anak perempuan pemilik toko kelontong, Aji adalah mahasiswa kedokteran UI, sedangkan Ayomi adalah seorang anak pejabat. Tapi mereka bisa ditemukan di suatu tempat (di rumah sakit) saat gempa. Kala itu Nisa sedang menunggui ibunya yang sedang dirawat, Ayomi sedang dirawat malahan, dan Aji jadi relawan di sana.

Kehidupan setelah gempa pun diceritakan. Bagaimana mereka bertahan di tenda, saling menolong korban gempa, dan menghibur satu sama lain. Semangat 'lain' yang timbul karena gempa juga ada.

Tapi jangan dikira novel ini begitu melankolis. Ada cerita lucunya juga kok. Apa? Rahasia, dong! Kalau saya ceritakan pasti nanti jadi tidak lucu lagi... Hehehe.

Jadi? Anda tertarik untuk membacanya?

Oh, iya! Pengarang novel ini adalah Ken Terate yang juga menulis My Friends, My Dreams; Marshmellow Cokelat; dan Jurnal Jo. Kalau mau tahu tentang Ken Terate, ini link ke blognya. Ken Terate.
 

2009 ·Semanggi 4 Jari by TNB