Flashback Kembak part 1/4; Teman-teman Kembak

Kamis, 21 November 2013

Pagi itu aku dibangunkan oleh suara sirine. Sebelum membuka mata, aku merasa kok kasurku nggak seempuk sebelumnya. Bau ruangan itu juga agak apek. Barulah detik berikutnya aku sadar aku berada sejauh 82 km dari rumahku di Semarang! Di ketinggian sekitar 1200 dpl bersama pohon-pohon karet inilah greatest adventure of the year akan dimulai hari itu. Desa Mangli, Kabupaten Magelang, what you offer to me?

Ini pertama kali aku kemah menggunakan tenda yang benar-benar tenda. Di kemah-kemah sebelumnya, entah itu di SMP atau SMA, tendanya berupa barak. Jadi ini benar-benar tidur di tengah alam. Walaupun bukan aku yang mendirikan tenda (big thanks to panitia Kembak dan kakak-kakak Maladica!), tetap saja ini pertama kali aku tidur di tenda!

Kemah ini bertajuk Kemah Bakti (Kembak) 2013. Suatu acara kemah dan bakti sosial yang pesertanya mahasiswa semester 3 di jurusanku dan panitianya mahasiswa 2 tingkat di atasnya. Persiapan pra-kembak sebenarnya sudah dimulai berbulan-bulan sebelum hari H. Teman-teman satu angkatanku yang berjumlah 217 orang dibagi menjadi empat belas kelompok. Jadi... Terdamparlah aku di kelompok 13 bersama lima belas orang yang lain, kak bro: Kak Riefky, dan kak sist: Kak Dina.

BBF. 
Dari kiri, atas: Relly, Cis, Zulham, Dwi, Kak Riefky, Umar, Amel, Ria, Gina, aku, Yethie
Bawah: Cindy, Intan, Dida, Gaza, Kak Dina, Astrid

Pembagian kelompok ini benar-benar acak. Bahkan aku merasa jarang mengobrol dengan beberapa orang dari kelompokku selama ini. Pernah juga aku berpikir, "Ih, kok aku sekelompok sama dia sih?" atau "Aduh gimana cara ngomong sama orang nyeremin kayak dia?" atau "Kenapa sih kelompokku susah kumpul?" dan pikiran-pikiran yang lain.

Tapi... Inilah gunanya ada panitia. Hahaha.

Dalam waktu berbulan-bulan itu, kami diberi tugas-tugas yang ringan tapi rempong. Mulai dari latihan memberi pengobatan dan penyuluhan, wawancara dosen dan kakak tingkat, membuat jargon, menyiapkan pensi untuk ditampilkan waktu kembak, menyiapkan barang-barang, dan tidak lupa menamai kelompok. Aku jadi merasa klop dengan kelompokku itu walaupun aku rasa karakter masing-masing dari kami bener-bener beda. Ada Dida, Cindy, dan Yethie yang gaul banget; Astrid dan Cis yang pinter; Zulham, Relly, dan Gaza yang agak aneh; Amel dan Dwi yang pendiem; Ria yang ceriwis banget; si komting Umar; dan juga Intan, Ifa, dan Gina. Lama-lama obrolan kita nyambung dan jadi ada rasa seneng kalau kumpul bareng mereka. Kesan awal yang nggak enak sedikit demi sedikit hilang. Oh iya, karena nama kelompok harus terinspirasi dari nama dokter, akhirnya kami menamai kelompok kami BBF: Boyke Before Flower. (Aku nggak tahu apa yang ada di pikiran mereka. Terinspirasi dari dr. Boyke??? Yah, if you know what I mean lah.)

Setelah kumpul di kampus. I don't have any idea about that 'style'. XD

Saat hari H tiba, kami berangkat dari kampus kami di bumi Tembalang, Semarang pukul setengah enam sore. Kami satu bis dengan kelompok 14: Extra Jose (coba tebak dokter siapa yang menginspirasi mereka?). Anak-anak cowok langsung menggelar konser akustik di belakang. Tempat dudukku yang juga di belakang ditambah teman sebelahku, Ria, yang suka ngoceh (hehe, peace, Ri!) bikin aku nggak bisa tidur. Padahal anak-anak lain tidur.

Sebelum berangkat. Di depan kampus FK Undip.

Sampai di sana, kami masih harus berjalan sekitar 2 km ke bumi perkemahan. Terima kasih untuk anak-anak cowok BBF karena mau membantu kami, anak-anak cewek membawa barang-barang kami yang rempong. Hiks, aku terharu (haha lebay).

Sebelumnya juga sudah dibagi kelompok tenda. Lagi-lagi benar-benar acak. Tapi kayaknya aku udah agak pinter menyesuaikan diri. Hehehe. Kan udah latihan sama BBF. Satu tenda berisi tujuh orang. Selain aku, di tendaku ada Ria (nggak tahu kenapa aku selalu kebagian sama dia), Mita, Josephine, Ratih, Yustina, dan Fiqih. Kami berbagi tempat, senter, dan tentu saja kehangatan. Iya loh, mungkin kalau tidurnya tidak sempit-sempitan kami bakal kedinginan.

Dan disitulah aku pagi itu. Bangun dari dalam sleeping bag di pagi buta bersama teman-teman setendaku. Kalau di rumah tinggal jalan 10 langkah ke kamar mandi, di Mangli harus menuruni bukit dulu. Ya! Semangat! Pengalaman seru akan didapatkan tiga hari ke depan!


Before you, I only dated self 
indulgent takers who took all of their problems out of me
But you carry my groceries and now I'm always laughing
and I love you because you have given me no choice but to

stay stay stay
I've been loving you for quite some time time time
You think that it's funny when I'm mad mad mad
But I think that it's best if we both stay stay stay

(Taylor Swift - Stay Stay Stay)


-anggi-
22/11/2013
10:59



Afternoon Talk

Kamis, 29 Agustus 2013

Kalau kamu sudah siap menjalani hari-hari sebagai mahasiswa kedokteran, satu lagi yang perlu kamu siapkan: keluargamu. Tentang sekolah yang lebih lama dari yang lain, perjuangan yang belum berhenti setelah lulus, long-life learner, dan hal-hal semacam itu. Saya yakin sih bidang non kedokteran pun ada kegalauan semacam ini. Tentu saja berbeda-beda cara menanganinya.

Ibu  : "Wah, hebat ya anaknya Pak X. Kuliah diploma tiga tahun, cumlaude, sekarang direkrut Petronas dan disekolahin lagi. Kalau anaknya Bu Y, satu almamater sama ibu. Sekarang dia kerja di Qatar."

Aku  : (setel soundtrack Ada Band. Terdiam... Hanya bisa diam... Dingin menyerang...) (nyari maksud tersembunyi dari omongan ibu)

Ibu  : "Beda lagi sama anaknya Pak Z, lulus SMK, pinter, terus disekolahin ASTRA di Jepang. ..."

Aku  : "Err... Bu. Tapi aku beda sama mereka loh ya. Sekolahku bakal sedikit lebih lama. Nanti tempat kerjaku juga beda, bukan keluar, tapi ke dalem. Ke tempat-tempat yang lebih 'dalem' di Indonesia. Jadi... Tolong jangan disama-samain."

(hening beberapa detik)

Ibu  : "Iya. Masalah rezeki nggak usah kamu pikir. Udah ada Yang Ngatur. Pikir aja gimana kamu mengabdi di masyarakat. Sudah."


Yosh! Yosh! Ternyata keluarga saya sudah siap. Tinggal mempersiapkan diri lebih dari yang sekarang. Saat pertama menentukan jurusan di kedokteran, rasanya cuma pengen-pengen aja. Kalau ditanya kenapa pengen masuk kedokteran, biasanya jawabannya standar antara "Ingin mengabdi pada masyarakat..." atau "Terinspirasi dari dokter lain..." atau malah "Ingin menghindari Matematika..." hahaha. Yah, semacam itulah. Tapi ya, setelah masuk kedokteran dan Alhamdulillah besok Senin udah masuk semester 3, ternyata kedokteran lebih jauh dari itu. Maknanya lebih dalem. Apa itu? Saya belum berani bilang. Mungkin di post-post pas saya di semester yang lebih tinggi, saya bisa jawab lebih bagus.

Oh ya, setelah afternoon talk yang itu, ibu saya jadi jarang ngomongin anak-anak orang lain. Hehehe.


"Idealisme itu bisa berubah." -dr. Djoko, dosen Kewarganegaraan


-anggi-
29/8/2013
14:49
-
 Picture: Sena Maria in Saijou no Meii/The Best Skilled Surgeon by Hashiguchi Takashi

A Bunch of New Life: Kembali dari Bukaan

Minggu, 23 Desember 2012

Lupakanlah semua yang lalu
Kita sambut yang baru
Janganlah kau ragu 'tuk maju
Kejar semua impianmu

Hadapilah semua rintangan
Kuatkanlah tekadmu
Gapailah semua anganmu
dan yakinkan dirimu
It's a brand new day 
(Cherry Belle - Brand New Day)

A big hallo from Semanggi 4 Jari!
It's been a long time, right? Hohoho. I miss you so much, guys. Do you miss me too? Alright, begitu saya buka blog.... Tararara... Foto-foto masih bahula, entri terakhir malah promosi video, statistik turun, dan shoutout box juga sepi. Huhuhu. Oke, cukup.

Seiring dengan tidak adanya berubahan di blog saya selama sekitar lima bulan, malah banyak perubahan yang terjadi di hidup saya. Yakin deh, kalau Raditya Dika tahu tentang ke-hiatus-an blog ini, entah apa komentarnya. Yakin juga dia nggak akan terima saya bilang lagi ada "perubahan hidup". Kayak operator seluler aja lagi perubahan tarif. Hehe.

Ngomong-ngomong tentang hiatus, Oxford Advanced Learner's Dictionary bilang kalau hiatus berarti a pause in activity when nothing happens. Berati bisa dibilang penggunaan kata hiatus tadi tepat dong? Tapi, di daftar istilah Sobotta Atlas Anatomi Manusia ditulis bahwa hiatus (latin) = bukaan lebar, menganga, tetap terbuka, (yunani) = menguap, menganga. Loh? Jadi bagaimana? Oh, mungkin maksudnya nggak ngapa-ngapain sambil mangap kali ya? *failed*

Bumi Memanggil Bulan
Oke, kita kembali ke main topic. Hidup saya sekarang sudah pindah ke RSUP dr. Karyadi. Eits, bukan karena mengidap suatu penyakit atau pindah rumah kesana loh ya, melainkan kampus saya masih satu kompleks dengan Karyadi. Yap, Kedokteran Umum Universitas Diponegoro.

Kalau ada orang bilang, "Saya dari kedokteran umum...." entah apa terusannya, pasti mimik wajah si lawan bicara langsung berubah. Maksud saya, bukan hanya sekedar "oh". Jujur saja, saya merasa di Indonesia ini program studi kedokteran umum (KU) terasa wah dan eksklusif. Ditambah lagi kampus KU di lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) terpisah dari fakultas-fakultas lain. Nggak cuma semeter dua meter, tapi jauh banget. KU ada di Karyadi dan fakultas lain ada di Tembalang. Coba deh cari di Google Map kalau nggak percaya. Hehehe. Tapi yakinlah, kawan-kawanku semua, anak kedokteran juga manusia. We will open our arms for you. Get closer, get closer.

Satu hal lagi. Sudah saya bilang kan kalau banyak perubahan hidup? Hahaha. Sebenarnya itu terkait dengan sistem perkuliahan yang baru buat saya, teman-teman baru, kakak-kakak baru, guru-guru baru, tempat-tempat baru, buku-buku baru, semuanya serba baru. Karena itulah saya berencana untuk membuat satu label lagi di Semanggi 4 Jari, yaitu... Tararara... Medstud's Diary. Semoga bermanfaat ya. Sekalian juga bisa buat berbagi cerita untuk adik-adik kelas, temen-temen fakultas lain, atau siapa pun deh yang mau baca. Hehehe.

Nah, A Bunch of New Life ini semacam perkenalan. Mulai dari asistensi, responsi, tentamen, maga, LDO, dll. Argh, apa itu? Tenang... Tunggu part selanjutnya ya.


 However rough the path, keep moving on!




-anggi-
23 Des 2012
19:53

Seven Stars Doctor: Film Doctor as Researcher

Selasa, 20 November 2012

Mahasiswa kedokteran sekarang diharapkan mampu menjadi 7 stars doctor. Apa itu? Salah satu poinnya adalah doctor as researcher atau dokter sebagai peneliti. Apa 6 poin yang lain? Jawabannya ada di post selanjutnya ya. Sekarang, tonton dulu film yang mengangkat poin researcher berikut ini. Buatan FK Undip lho...

TONTON FILM VIA YOUTUBE

A Journey to Get There: Memories of SNMPTN

Kamis, 26 Juli 2012

Subhanallah. Alhamdulillah. Allahu akbar.

Yap, akhirnya. Setelah lama menanti dan nyoba-nyoba sana-sini, akhirnya saya dapat tempat kuliah juga. Alhamdulillah ada satu kursi untuk saya di Universitas Diponegoro.

Oh, iya. Saya pernah bilang mau cerita tentang SNMPTN kan? Here it goes...

Kalau saya bilang sih, SNMPTN itu pesta akbar lulusan-lulusan SMA. Dari yang baru lulus sampai yang tahun kemarin sudah kuliah pun ada. Dari yang niat banget sampai yang cuma coba-coba. Dari pelosok sampai ke kota. Dari yang pesimis sampai PD abis. Ya pokoknya macam-macam lah saking banyaknya yang ikut.

Pra-SNMPTN
Ini masa-masa yang cukup berat. Hard, heavy, and a bit hurt. Tapi... Ada kata "tapi" nih. Menurut saya sih, berat itu datang dari pikiran kita. Nah, dari mana dia datang? Bisa jadi dari terlalu memikirkan kuota. Bisa juga dari hasil try out. Hmm... Mungkin juga karena ada rasa takut.Atau kombinasi dari ketiganya dan alasan-alasan lain.

Saran saya, buang semua! Apanya? Ya rasa yang membuat kita tidak nyaman. Pikir dan bicarakan dengan dirimu sendiri kalau kamu bisa berulang kali. Rasa takut itu juga bisa membuat kita males gerak loh. Akhirnya malah nggak belajar.

Oh iya, ini ada motivasi dari guru bimbel saya (Mas Slem, thank you!).

SNMPTN itu kayak perang. Nah kalau perang itu butuh tahu apa? Pertama, tahu kemampuan kita. Siapin lah itu pedang, pistol, meriam, apa aja deh. Kedua, tahu medan dan situasi perang itu. Terus ketiga, tahu lawannya siapa. Udah bener-bener nyiapin pedang, nanti tahu-tahu lawannya pakai tank. Ya kalah.
Jangan lupa berdo'a. OK? Bagi yang muslim: sholat fardhu jangan telat, dhuha, tahajud, shalawat, dan sedekah. Top lah itu. (Itu saya cuma nyalurin kata-kata Ustadz Yusuf Mansur. Hehe)


SNMPTN
Jangan menyerah dulu sebelum SNMPTN karena puncak perjuanganmu ya di SNMPTN itu.

Waktu itu tempat ujian saya di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Thanks, Unnes! Karena tempatnya yang asri, jadi ngurangi grogi deh.

Tips:
  1. Sehari sebelum SNMPTN cek dulu tempat ujian.
  2. Kalau butuh kendaraan waktu berangkat, naik kendaraan roda dua saja. Jalan ke tempat tes pasti macet. Percaya deh.Oh iya, berangkatnya jangan mepet.
  3. Jangan lupa bawa kartu tes dan perlengkapan alat-alat tulis: pensil, penghapus, bolpoin, penggaris, dll.
  4. Jangan terpengaruh penampilan peserta lain. Belum tentu yang penampilannya oke lolos. Pikirin aja itu.
  5. Biasanya kan SNMPTN dilaksanakan dua hari, nah selesai SNMPTN hari pertama fokus pada SNMPTN hari kedua.
Pasca-SNMPTN
Santai aja lah... Nonton drama korea juga oke. Hehe. Sewaktu saya selesai SNMPTN, The Moon that Embraces The Sun lagi diputer di Indosiar. Jadi ada kesibukan setelah SNMPTN dan nggak galau. (eh, kesibukan apa coba?). Carilah kesibukan pasca-SNMPTN.


Ulalalala~
Kok saya jadi ngasih tips-tips ala majalah ibu-ibu gini sih? Nggak papa deh. Semoga bermanfaat. :)

Oh iya, saya juga mesti bersyukur karena nggak semua orang bisa di posisi ini. Bahkan teman saya dari China, Jessica dan Candy, pernah kaget. Kata mereka, "What? Ninety six for two thousand? In China is easier." Saya gantian kaget. Masa sih di China nggak susah? Kan penduduknya lebih banyak. Mungkin universitas disana ada banyak kali ya?

Pernah nonton Indonesian Idol 2012? Salah satu pesertanya (siapa ya, saya lupa) pernah bilang, "Saya berjuang juga demi temen-temen saya yang nggak lolos. Saya nggak boleh ngecewain mereka." Nah, betul itu.

Last, posting ini bukan bermaksud sombong. Saya hanya ingin memotivasi. Maaf kalau ada yang tidak berkenan.


-anggi-
27 Juli 2012
13:27

Hold on 'til The Night Special Asia Edition

Senin, 23 April 2012

So it's over, yeah we're through
So imma unfriend you
You're the best liar I ever knew
So imma unfriend you...

Udah pernah denger lagu itu kan? Si penyanyi baru aja dapet platinum loh di Indonesia. Yap, Greyson Chance dengan lagu andalannya Unfriend You.

Greyson, yang masih muda banget, sebenernya sudah mengerluarkan album berjudul Hold on 'til The Night. Isinya ada sebelas lagu. Entah mungkin karena fans-nya di Asia sangat banyak dan heboh (bahkan dia udah bolak-balik ke Indonesia berkali-kali, tapi sayang dia belum ketemu saya), tahun ini dikeluarkan lagi album itu, tapi pakai embel-embel "Special Asia Edition".


Jadi, apa bedanya yang pakai embel-embel sama yang nggak pakai? Masih sama sih, tapi ada enam track tambahan plus DVD yang isinya MV dan behind the scene dari beberapa lagu. (hehe, itu namanya nggak sama ya?)

Start from The CD
Seperti yang sudah saya bilang tadi, ada sebelas lagu plus enam lagu tambahan di CD ini. Menurut saya, semua lagu sesuai dengan porsinya. Nggak semua tentang broken heart, falling in love, atau cinta-cinta yang lain. Nggak semua balad atau ngebeat. Yang pasti, suara Greyson yang berat berat imut tereksplor dengan baik. Komposisi musiknya, walaupun kebanyakan diiringi piano, tetap jos!

Di track utama ada Waiting Outside The Lines yang jadi andalan Greyson juga. Ada juga Unfriend You, Home is in Your Eyes, dan Hold on 'til The Night yang amazing banget (saya sampai muter berulang-ulang loh). Ada juga yang slow banget berjudul Cheyenne. Yang mirip musik pantai juga ada: Stranded. Oh, iya, dulu kan Greyson terkenal gara-gara nyanyi Paparazzi dari Lady Gaga di Youtube, nah ada juga lagu yang nuansanya mirip-mirip Paparazzi berjudul Heart Like Stone. Lagu lain yang nggak kalah asyik adalah Little London Girl, Summer Train, Take a Look at Me Now, dan Running Away.

Di bonus track, lagu-lagunya nuansanya nggak beda jauh sama lagu-lagu di track utama, yaitu Slipping Away, Purple Sky, Light up The Dark, dan Fire. Paparazzi juga ada, dibawain sama kaya pas pertama kali Greyson muncul. Last, Waiting Outside The Lines di-remix dengan menambahkan suara Charice (penyanyi dari Filipina kalau nggak salah). Beberapa liriknya ada yang dirubah, tapi jadi tambah bagus. Suara Charice nggak kalah kok sama Greyson.

Watch What's in DVD
Yap, seperti yang sudah saya bilang tadi, ada music video dari beberapa lagu, yaitu Waiting Outside The Lines, Unfriend You, dan Hold on 'til The Night. Kalau penasaran kaya gimana MV itu, nonton aja di Youtube ada kok.

Next, ada behind the scene pembuatan MV tadi, video Paparazzi dimana Greyson nyanyi sambil main piano, video ucapan terima kasih Greyson untuk fans di Asia, dan cerita Greyson tentang lagu-lagu yang dia nyanyiin.

What I Say is...
This album is totally great! Bring satisfaction for his fans, especially those in Asia. Bener-bener merasa dihargai sebagai fans. *terharu*


Oh iya, sebaiknya untuk album-album selanjutnya Greyson tetap menyanyikan lagu yang tepat, sehingga dia bisa mengeksplor suaranya seperti di album ini. Beneran deh, suaranya yang bagus bener-bener ditunjukin di album ini. Menurut saya, selain piano, suara Greyson yang unik adalah kekuatan utama. Fire! Fire!

Yap, this album is worth buying.



-anggi-
24 April 2012
08:24

Isi Hati Pengisi Soal UN

Minggu, 15 April 2012

Yak, seperti yang sudah diberitakan dimana-mana, hari ini Ujian Nasional (UN) SMA. Kalau tahun-tahun sebelumnya saya cuma bisa nyemangatin kakak-kakak kelas, tahun ini saya jadi peserta. Lalu, kenapa saya malah ngeblog? -_-


Sebenarnya saya mau curhat nih. (Apa deh...) Pertama, berita di televisi itu pada kurang update atau bagaimana ya? Masa kebanyakan diberitakan kalau UN jadi penentu utama kelulusan? Kalau itu diberitakan tiga tahun yang lalu sih, emang bener. Tapi kan sekarang ada Ujian Sekolah (US) dan nilai raport juga yang menentukan.

Jadi begini sistemnya. Nilai akhir ujian itu akumulasi dari 60% UN dan 40% nilai sekolah. Nah nilai sekolah itu adalah 60% nilai US dan 40% nilai raport. Untuk bisa lulus, nilai akhir harus lebih dari atau sama dengan 5,5 dan tiap mapel UN minimal 4,0. Begitu...

Oh, saya tahu sekarang. Mungkin orang-orang pikir nilai sekolah lebih bisa "diuwik-uwik" daripada nilai UN kali ya? Kalau belum ngerti makna diuwik-uwik, begini penggambarannya:

Sekolah saya (Alhamdulillah) sekolah yang dipandang unggulan. Kata banyak orang, kemungkinan besar kami akan lulus (amin). Tapi kan ya optimis itu bohong namanya kalau nggak usaha. Iya kan? Saya ikut bimbel yang memang satu kelas isinya anak-anak dari sekolah saya semua. Pas UN memang nggak ada pelajaran tambahan dari bimbel. Nah pas ditanya kenapa, ada guru bimbel bilang gini, "Kalau kalian, nggak usah dikasih tambahan deh ya. Istirahat aja, saya yakin kalian lulus. Kalau dulu kan bener-bener nilai UN yang cuma dipakai, tapi sekarang ada nilai sekolah. Kalian pasti nggak tahu nilai US kalian berapa. Nah disitu sekolah "main". Kalau semisal nilainya lima, ya ditambah sedikit lah jadi delapan." Glek! Masa sih beneran gitu? Ya memang sih soal-soal US itu yang bikin guru-guru sekolah sendiri, tapi saya belum tahu yang mengoreksi US itu guru-guru sekolah lain atau guru-guru sendiri juga.

Sudah ngerti kan penggambaran "diuwik-uwik"? Saya nggak sepenuhnya percaya dengan pendapat guru bimbel saya itu, tapi juga nggak sepenuhnya menyangkal. Jadi mungkin itu pendapat media masa tentang UN tetap menjadi penentu yang terkesan utama.

Curhatan kedua, disamping UN memang menakutkan, kenapa sih media massa kesannya menambah-nambahi kengerian yang sudah ada? Seminggu sebelum UN, banyak berita di koran tentang UN itu sendiri. UN, Guru Curang Diancam Pidana. Kunci Jawaban UN Beredar Lewat SMS. UN, Turunkan 100 Personil. Soal UN SMA Sederajat Kampar Dikumpulkan di Polres.

AAAAAAAAHHHH... Bagaimana tadi saya mengerjakan kok santai-santai saja? Apakah saya kelewat santai? Apakah malah saya sudah siap? Kok kayanya diluar sana penyelenggara UN amat heboh?

Saya jadi dapat satu kata untuk UN: heboh.

Ketiga, kenapa sih UN SMA paling heboh diberitakan dan dilaksanakan? Sampai-sampai ada lima paket soal yang beda. Padahal kan SMP juga ada UN, bahkan SD pun ada UASBN.

Dalam pikiran saya ada tiga alasan untuk ini. Satu, UN SMA paling menentukan untuk masa depan. Maksud saya, kalau SD, kan masih lanjut SMP dan SMP masih lenjut ke SMA. Masih dalam bentuk sekolah gitu loh. Kalau SMA sudah bukan bentuk sekolah, melainkan perguruan tinggi yang hubungannya sama dunia kerja. Dua, mungkin soal UN SMA lebih susah daripada soal UN SMP. (Ya iyalah, Nggi...) Eits, maksud saya rasanya lebih susah UN SMA bagi anak-anak kelas XII daripada UN SMP bagi anak-anak kelas IX. Apalagai kelas VI. Tiga, SMA memang masa-masa heboh.

Keempat, ya bagaimanapun UN must go on. Setelah UN juga ada SNMPTN yang lebih ngeri (katanya). Ntar deh kalau sempet dan kalau ikut, saya juga ngepost tentang SNMPTN deh.

Bagian ini saya gunakan untuk memotivasi diri sendiri ya. Hehe.

Tetap optimis, Nggi! Biarpun di luar sana banyak kehebohan yang terjadi, yang penting kamu sudah persiapan dan do'a. Udah ngerjain soal-soal sampai bejibun, les sampai maghrib, doa bersama plus ibadah-ibadah lainnya, dll. Insya Allah usahamu tidak akan diingkari. Amin. Kalau kamu merasa tenang, tenanglah. Hehe.


Akhir kata, saya ucapkan terima kasih untuk yang membaca post ini dari awal sampai akhir. Kalaupun gaje, maafkan ya. Terima kasih juga untuk orang-orang yang sudah membantu dan mendoakan saya.

Oh, iya ada salah satu ayat favorit saya nih.

Barang siapa mengerjakan kebajikan, dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari, dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya. (Q. S. Al-Anbiya' 21:95)


-anggi-
16-Apr-2012
13:23



 

2009 ·Semanggi 4 Jari by TNB